“ANGKUH”
Oleh: Ascot Amir (Ketua
Umum LSM “Metafisika Indonesia”)
Manusia angkuh pada prinsipnya
adalah manusia yang tidak tahu diri. Setiap ucapan seakan-akan pandai dari yang
pandai, lebih
tahu dari yang tahu, lebih
kaya dari yang kaya. Namun dari kenyataannya tidak lebih dari seorang manusia
yang hina. Angkuh adalah saudara kandung dari
sombong, tinggi hati, ongeh dan tidak punya
martabat dan harga diri. Prihatin,
dan
sungguh memprihatinkan sekali bilamana manusia seperti tersebut diatas tadi hadir
di tengah-tengah masyarakat yang
madani,
lambat
namun pasti kerusakan tata krama dan etikalah yang akan kita tuai bersama. Untuk itu seyogyanya
kita harus hati-hati dan waspada,
agar
jangan terbawa arus dengan manusia-manusia angkuh tersebut, yang tanpa kita sadari dianya ada bertebaran disekeliling
kita. Ingat ! Dunia tidak selamanya
milik kita dan bukan selamanya untuk kita kuasai. Berdasarkan acuan yang
demikian hendaknya kita kembali menyadari siapa sebenarnya diri ini. Manusia yang memiliki
ucapan, perkataan dan perbuatan
yang sebenarnya
jauh dari kenyataan diri pribadinya,
adalah termasuk
golongan manusia syiriq dan takabur. Wallahu’alam
! Bisa juga diambil sebuah perumpamaan “ Manusia
angkuh seakan-akan piring yang kotor dan kumuh yang harus dicuci setiap
saat “. Dan, lebih memprihatinkan
lagi, peringatan Tuhan
buat manusia angkuh,
sombong dan takabur,
dimana azab Tuhan itu kadangkala diluar
batas kemampuan kita manusia yang berpikir untuk menjawabnya. Lambat namun
pasti ! Nauzubillah. Sifat keakuan manusia angkuh sangat tinggi, tidak lagi memandang
keadan sekeliling.
Aku
tahu, aku
pandai, aku
pintar, aku
mengerti, aku hebat dan sebagainya.
Inilah
yang tidak masuk di akal pikiran kita.
Sekali lagi, Nauzubillah !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar